Sunday, December 15, 2024

Makanan Khas Daerah Istimewa Yogyakarta

 

1. Gudeg

Makanan Khas Jogja Gudeg

Gudeg merupakan salah satu makanan khas Jogja yang sangat terkenal di Indonesia.

Biasanya, hidangan satu ini akan disajikan dengan beberapa sayuran lain, seperti krecek atau opor ayam.

Cara membuat gudeg ala Jogja memerlukan waktu yang sangat lama. Gudeg terbuat dari nangka muda direbus beberapa jam dengan gula aren, dan santan.

Kemudian diberikan bumbu tambahan termasuk bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati, yang terakhir memberi warna cokelat kemerahan pada hidangan.

Seiring perkembangan zaman, saat ini gudeg sudah ada yang dijual dalam kemasan kalengan.

Uniknya, gudeg kalengan memiliki rasa yang tidak kalah enak dengan versi freshnya Moms.

2. Sambal Goreng Krecek

Makanan Khas Jogja Sambal Goreng Krecek

Makanan khas Jogja yang terkenal lainnya adalah sambal goreng krecek.

Makanan dengan citarasa pedas ini sering dijadikan makanan pendamping gudeg.

Sambal goreng krecek secara tradisional dibuat dari kulit sapi bagian dalam yang lembut.

Namun, saat ini kebanyakan orang membuat krecek menggunakan rambak atau krupuk kulit yang siap pakai.

Cara membuatnya juga cukup mudah, kerupuk rambak dimasak dengan sup berbahan dasar santan, dengan kentang potong dadu dan kacang kedelai goreng.

Kemudian dicampur dengan bumbu campuran rempah-rempah dan cabai merah yang cukup banyak.

Karena kerupuk kulit menyerap santan dan rempah-rempah sehingga menjadi lembab.

Krecek memiliki tekstur yang lembut dan lembab dengan rasa yang kaya dan pedas serta warna oranye kemerahan.

Hidangan ini juga dapat ditambahkan hati sapi sebagai sambal goreng hati atau tahu yang dipotong dadu.

3. Sate Klatak

Makanan Khas Jogja Sate Klatak

Sate klatak adalah sate kambing atau domba yang unik, asli dari Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul di Yogyakarta.

Nama klatak diambil dari cara memanggangnya yaitu dengan api terbuka atau dalam bahasa Jawa disebut “klatak”.

Sate ini sangat berbeda dari varian sate lainnya, karena bumbu utamanya adalah garam dan sedikit merica.

Selain itu, tusuk sate yang digunakan untuk memanggang terbuat dari besi, berbeda dengan sate lainnya yang menggunakan tusuk sate bambu.

Tusuk besi berfungsi sebagai konduktor panas dan membantu daging matang secara merata dari dalam.

Makanan khas Jogja satu ini biasanya disajikan dengan gulai kambing dan juga nasi panas.

4. Oseng-Oseng Mercon

Makanan Khas Jogja Oseng-Oseng Mercon

Walaupun makanan khas Jogja identik dengan rasa manis, tetapi masih ada hidangan yang super pedas dari kota ini, yaitu oseng-oseng mercon.

Moms yang suka dengan makanan pedas, wajib untuk mencoba menu ini saat berkunjung ke Yogyakarta.

Makanan ini biasanya dibuat dari tetelan daging yang dicampur dengan jeroan sapi dan juga kikil.

Kemudian disajikan dengan bumbu yang sangat pedas.

Sesuai dengan Namanya, rasa pedas yang disajikan sangat menyengat dan juga panas sehingga mirip seperti terkena mercon.

Salah satu restoran oseng-oseng mercon yang terkenal adalan Oseng Mercon Bu Narti dan sudah berdiri sejak 1977 silam.

5. Bakpia Pathok

Makanan Khas Jogja Bakpia Pathok

Moms mungkin tidak asing dengan makanan khas Jogja satu ini, bakpia pathok.

Makanan satu ini seolah menjadi oleh-oleh wajib saat Moms berkunjung ke kota Yogyakarta.

Bakpia pathok adalah makanan mirip roti dengan bentuk bulat dan memiliki rasa manis.

Biasanya, isi dari kue yang dipengaruhi oleh budaya cina ini adalah kacang hijau, cokelat atau keju.

Makanan campuran budaya Indonesia dan Cina ini diberinama Pathuk sesuai dengan daerah asalnya, yaitu wilayah Pathuk yang berada di pinggiran kota Yogyakarta.

Hidangan ini mirip dengan pia, tetapi ukurannya lebih kecil.

Bakpia dikemas secara komersial dalam kotak-kotak kecil dan dijual di banyak toko oleh-oleh di Yogyakarta.

6. Tiwul

Makanan Khas Jogja Tiwul

Tiwul merupakan makanan khas Jogja yang sering dijadikan pengganti beras oleh penduduk Trenggalek, Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan Blitar.

Bahkan, pada masa penjajahan Jepang, rakyat Indonesia juga mengkonsumsi tiwul sebagai makanan pokok.

Hidangan yang dibuat dari gaplek ini merupakan salah satu makanan sehat karena memiliki kalorinya cukup rendah.

Selain itu, tiwul juga dipercaya dapat mencegah penyakit maag dan juga perut keroncongan.

Di daerah lain, seperti Banyumas, Cilacap, dan Kebumen juga memiliki menu makanan yang hampir sama.

Hanya saja proses pembuatannya sedikit berbeda dan disebut sebagai oyek.

7. Kue Kipo

Makanan Khas Jogja Kue Kipo

Moms yang berkunjung ke kota Gede, Yogyakarta wajin untuk mencoba kue kipo.

Makanan ini banyak dijual saat bulan ramadan terutama di Pasar Ramadan Masjid Jogokariyan.

Kue kipo dibuat dari tepung ketan yang diisi dengan parutan kelapa cokelat atau enten-enten. Warna hijau yang khas dari makanan ini didapat dari perasan daun suji.

Citarasa kue kipo manis dan teksturnya legit. Karena ukurannya yang kecil, Moms bisa menikmatinya dengan sekali gigit.

Cara memasak Kipo sedikit berbeda kue tradisional Jawa, yakni dengan cara dipanggang.

Sebelum dipanggang, adonan yang sudah terbentuk diberi alas daun pisang terlebih dahulu agar tidak lengket.

Jika menggunakan bahan-bahan alami, kue kipo hanya mampu bertahan selama satu malam.

8. Brongkos

Makanan Khas Jogja Brongkos

Brongkos merupakan sup daging dan kacang pedas khas Yogyakarta.

Makanan ini terdiri dari daging sapi, domba atau kambing, telur rebus dan tahu, direbus dengan kacang, biasanya kacang polong atau kacang merah abu siam potong dadu dan wortel.

Makanan yang mirip semur ini memiliki bahan dasar santan yang dicampur dengan bumbu lain, seperti kluwek hitam, serai, daun jeruk purut, daun salam, garam, gula aren, dan bumbu terasi.

Selain itu, kuah dari brongkos juga akan diberikan cabai rawit utuh sehingga saat dikonsumsi akan memberikan rasa pedas yang mengejutkan saat digigit.

0 comments:

Post a Comment